Menyelesaikan Perselisihan Siswa, Sekolah Adakan Pertemuan dengan Wali

Hari ini, SMA Negeri 3 Meulaboh mengadakan pertemuan khusus untuk menyelesaikan perselisihan antar siswa yang terjadi pada Sabtu, 22 November 2025.
Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang Kepala Sekolah yang di hadiri oleh siswa pelaku serta siswa korban, wali kelas, guru Bimbingan Konseling (BK), dan Ibu Wakil Kepala Sekolah, Langkah ini menjadi dasar bahwa sekolah menanggapi setiap persoalan peserta didik secara serius dan tetap mengutamakan pendekatan edukatif.
Perselisihan bermula ketika Sejumlah siswa diduga menghilangkan kunci motor kawannya, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dan ketegangan di antara keduanya. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing siswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan kronologi kejadian dengan jujur dan terbuka. Guru BK kemudian memfasilitasi proses mediasi agar klarifikasi berjalan lancar dan kedua belah pihak dapat memahami persoalan dengan lebih Objektif.

Suasana mediasi berlangsung tertib dan bersahaja. Dimana dalam pertemuan tersebut Para siswa mendapatkan Belajar mengontrol emosi, mendengar pendapat lawan bicara dan memahami dampak dari setiap tindakan. Guru BK menekankan bahwa: menghilangkan barang milik teman, terlebih kunci kendaraan bukan hanya merugikan pihak lain, tetapi juga dapat memicu konflik berkepanjangan jika tidak segera diselesaikan secara kekeluargaan.
Kehadiran wali siswa dalam pertemuan ini memberikan dimensi penting dalam proses penyelesaian masalah. Para wali memberikan bimbingan moral, dukungan, serta nasihat yang menenangkan. Pertemuan ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua, sekaligus memperkuat silaturahmi antarwali. Dalam kesempatan ini wali turut mengapresiasi sikap sekolah yang tetap mengedepankan pembinaan kepada siswa sekaligus solusi.

Pada akhir pertemuan ini kedua siswa sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Siswa yang menghilangkan kunci motor rekannya menyatakan penyesalan dan berkomitmen untuk bertanggung jawab. Tentunya Pihak sekolah memberikan pembinaan tambahan dan pengawasan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Ibu Wakil Kepala Sekolah dalam penutupannya di akhir pertemuan menyampaikan bahwa penyelesaian konflik seperti ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di SMA Negeri 3 Meulaboh. Setiap siswa didorong untuk disiplin, menghargai hak orang lain, serta menjaga etika pertemanan, Dengan sinergi antara sekolah, siswa, dan wali, di akhir pertemuan bapak kepala sekolah SMA Negeri 3 Meulaboh berharap hal serupa jangan terulang kembali hingga terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, harmonis, dan penuh nilai kekeluargaan.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Kekinian Pemuda-Pemudi dan Siswa di Era Teknologi Digital
- SMA NEGERI 3 MEULABOH, SALURKAN Donasi kepada Siswa Terdampak Banjir
- Perkuat Kompetensi Guru, SMA Negeri 3 Meulaboh Laksanakan IHT Literasi dan Numerasi
- Kepedulian Warga SMA Negeri 3 Meulaboh, Donasi untuk Korban Banjir Aceh Terus Mengalir
- Purna Bakti SMA Negeri 3 Meulaboh, Serahkan Bantuan Pakaian Layak Pakai
Kembali ke Atas

